KONTRIBUSI EKSPOR TIMAH INDONESIA DI PASAR GLOBAL YANG BERPENGARUH KEPADA OUTPUT PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Penulis

  • Pupung Purnamasari Universitas Pelita Bangsa
  • Alya Meilani Universitas Pelita Bangsa
  • Fauziyah Putri Nurhayati Universitas Pelita Bangsa
  • Laila Karima Hakim Universitas Pelita Bangsa
  • Sania Amalia Universitas Pelita Bangsa

Kata Kunci:

Daerah penghasil timah terbesar di Indonesia, Daya saing timah nasional

Abstrak

China dan Indonesia adalah dua negara penghasil timah terbesar di dunia. Menurut Booklet Tambang Timah 2020 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memproduksi 78.189 ton timah pada 2019. Ada 800 ribu ton cadangan timah di Indonesia, dengan pulau-pulau berikut yang memiliki cadangan timah terbesar. Pada tahun 2021, Dengan cadangan sebesar 1.971.101,13 ton, total sumber daya timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 2.180.081,1701 ton. Karena potensinya yang sangat besar, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dianggap sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan ekspor timah Indonesia di pasar global. Selanjutnya, mereka akan menganalisis nilai dari pengukuran daya saing timah Indonesia dibandingkan dengan nilai ekspor Indonesia dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Tujuan terakhir adalah untuk mengetahui seberapa besar ekspor timah Indonesia memberikan kontribusi terhadap nilai ekspor Indonesia. Nilai rata-rata untuk ekspor timah Indonesia adalah RCA (32.57), ECI (1), dan EPD (Rissing Star). 81% nilai ekspor Indonesia berasal dari harga timah yang kompetitif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif dengan meninjau isi atau mengidentifikasi beberapa artikel dari jurnal nasional dan internasional. Kekuatan pasar timah Indonesia memengaruhi nilai ekspor sebesar 11% dan ketahanan pasar di pasar global memengaruhi output perdagangan internasional sebesar 72%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan timah Indonesia mencapai 800 ribu ton logam, atau rata-rata kontribusi 19 persen terhadap cadangan timah dunia. Selama sepuluh tahun terakhir, produk pertambangan timah telah menjadi bagian dari cadangan timah dunia.

China and Indonesia are the two largest tin producing countries in the world. According to the Ministry of Energy and Mineral Resources' 2020 Tin Mining Booklet, Indonesia produced 78,189 tons of tin in 2019. There are 800 thousand tons of tin reserves in Indonesia, with the following islands having the largest tin reserves. In 2021, with reserves of 1,971,101.13 tons, the total tin resources in Bangka Belitung Islands Province reached 2,180,081.1701 tons. Due to its huge potential, Bangka Belitung Islands Province is considered the largest tin producer in Indonesia. The purpose of this study is to determine the strength of Indonesia's tin exports in the global market. Furthermore, they will analyze the value of the measurement of Indonesia's tin competitiveness compared to the value of Indonesia's exports by using multiple linear regression method. The last objective is to find out how much Indonesia's tin exports contribute to Indonesia's export value. The average values for Indonesian tin exports are RCA (32.57), ECI (1), and EPD (Rissing Star). 81% of Indonesia's export value comes from the competitive tin price in Indonesia. This research uses an exploratory approach by reviewing the content or identifying several articles from national and international journals. Indonesia's tin market strength affects export value by 11% and market resilience in the global market affects international trade output by 72%. The results showed that Indonesia's tin reserves reached 800 thousand tons of metal, or an average contribution of 19 percent to world tin reserves. Over the past ten years, tin mining products have become part of the world's tin reserves.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-18