ANALISIS KEBIJAKAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BOS SEBAGAI PILAR STRATEGIS MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Penulis

  • Nayva Risalwa Wibowo Universitas Negeri Surabaya
  • Syarief Ananda Maghribi Universitas Negeri Surabaya
  • Indah Prabawati Universitas Negeri Surabaya
  • Firre An Suprapto Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Dana BOS, Akuntabilitas, Pengelolaan Keuangan Sekolah, Pendidikan Berkualitas, SDGs 4, ARKAS

Abstrak

Abstrak − Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan akuntabilitas pengelolaan Dana Bantuan Operasioanal Sekolah (Dana BOS) sebagai instrumen strategis dalam mendukung pencapaian SDGs 4. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur  terhadap regulasi, laporan realisasi Dana BOS 2020-2024, data APM BPS, aporan SDGs Bappenas, serta jurnal ilmiah, analisis dilakukan dengan teknik content analysis menggunaan model implementasi kebijakan George C. Edward III dan kerangka Input-Output-Outcome. Hasil menunjukkan bahwa Dana BOS berkontribusi pada peningkatan akses pendidikan dan perbaikan ketepatan pelaporan melalui digitalisasi ARKAS, namun akuntabilitas masih belum optimal secara substantif, ditandai oelh ketidaksesuaian pennggunaan dana, kesenjangan kapasitas didaerah 3T, dan mutu pembelajaran yang belum meningkat signifikan. Disimpulkan bahwa Dana BOS efektif sebagai pilar akses, tetapi belum maskimal dalam mendorong kualitas pendidikan, sehingga diperlukan penguatan akuntabilitas berbasis hasil, peningkatan kapasitas manajerial, dan kolaborasi multipihak.

Abstract − This study analyzes the implementation of accountability policies in the management of School Operational Assistance Funds (Dana BOS) as a strategic instrument to support the achievement of SDG 4. It employs a descriptive qualitative approach through a literature study of regulations, BOS realization reports from 2020–2024, BPS Net Enrollment Rate (APM) data, Bappenas SDGs reports, and relevant scientific journals. Data are analyzed using content analysis based on the policy implementation model of George C. Edward III and the Input–Output–Outcome framework. The results show that Dana BOS contributes to improving access to education and the timeliness of reporting through the digitalization of ARKAS; however, accountability remains substantively suboptimal, as indicated by inconsistencies in fund usage, capacity gaps in 3T (disadvantaged, frontier, and outermost) regions, and learning outcomes that have not significantly improved. The study concludes that Dana BOS is effective as an access pillar but not yet optimal in enhancing education quality, thus requiring a shift toward results-based accountability, strengthening managerial capacity, and fostering multi-stakeholder collaboration.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-19