PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM UPAYA PENGENDALIAN KINERJA BANK PERKREDITAN RAKYAT
(studi kasus pt. Bpr kertha warga tabanan)
Kata Kunci:
Ekonomi, Kredit, BPR, Kinerja Bank Perkreditan RakyatAbstrak
Dunia perbankan berperan sebagai jantung kegiatan ekonomi di Indonesia. Kemampuan sistem bank umum untuk melaksanakan perannya yang sangat menentukan dalam perekonomian secara efisien dan efektif tergantung atas manajemen bank yang efisien dan efektif pula. Keterpukan dalam dunia perbankan akan menyebabkan perekonomian yang makin memburuk. Dalam mengantisipasi hal tersebut, katagori masing-masing bank harus sehat dan laba yang tinggi dan mampu berkembang dan tumbuh kuat, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk bisa bertahan dalam menghadapi persaingan adalah dengan melakukan pengukuran kinerja perusahaan secara berkala. BPR Kerta Warga didirikan pada tanggal 22 Juni 1999 berdasarkan Akte Notaris No.14 yang dibuat oleh Notaris I Putu Arthana,S.H. PT.BPR.Kertha Warga berlokasi di Jalan Gajah Mada No.62 Tabanan.Lokasi PT.BPR.Kertha Warga sangat strategis karena tepat berada di Pasar Tabanan, lokasi ini sangat menguntungkan untuk meningkatkan jumlah nasabah terutama yang berasal dari pedagang di pasar tersebut.BPR Kertha Warga saat ini masih melakukan pengukuran kinerja perusahaan hanya berdasarkan aspek keuangan saja sehingga terdapat beberapa masalah diantaranya kinerja karyawan menurun yang berdampak pada menurunya penyaluran kredit, semakin tingginya angka kredit yang tergolong bermasalah.Dampak dari susahnya menyalurkan kredit dimasyarakat mengakibatkan pendapatan perusahaan semakin menurun. Berdasarkan permasalahan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Balanced ScoreCard Dalam Upaya Pengendalian Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (Studi Kasus PT. BPR Kertha Warga Tabanan)”
he banking world acts as the heart of economic activity in Indonesia. The ability of the commercial banking system to carry out its crucial role in the economy efficiently and effectively depends on efficient and effective bank management. The crisis in the banking world will cause the economy to get worse. In anticipating this, each category of bank must be healthy and have high profits, be able to develop and grow strongly, and be able to meet the needs of the community. One way that can be done to survive in the face of competition is to measure company performance regularly. BPR Kerta Warga was established on June 22 1999 based on Notarial Deed No.14 made by Notary I Putu Arthana, S.H. PT.BPR.Kertha Warga is located on Jalan Gajah Mada No.62 Tabanan. The location of PT.BPR.Kertha Warga is very strategic because it is right at Tabanan Market, this location is very profitable for increasing the number of customers, especially those from traders in that market.BPR Kertha Warga is currently still measuring company performance based only on financial aspects, so there are several problems, including declining employee performance which has an impact on decreasing credit distribution, an increasing number of loans that are classified as problematic. The impact of the difficulty in distributing credit in the community has resulted in the company's income decreasing. Based on the problems above, the researcher is interested in conducting research with the title "Application of the Balanced ScoreCard in Efforts to Control the Performance of Rural Banks (Case Study of PT. BPR Kertha Warga Tabanan)".