ANALISIS PENGGUNAAN STANDAR GRI DALAM PELAPORAN KEBERLANJUTAN DI INDONESIA
Kata Kunci:
Keberlanjutan Akuntansi, Standar GRI, Pelaporan Keberlanjutan, ESG, TransparansiAbstrak
Dalam era Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) saat ini, akuntansi keberlanjutan menjadi semakin penting. Global Reporting Initiative (GRI) tetap menjadi salah satu standar internasional yang paling banyak diadopsi untuk pelaporan keberlanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar GRI dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan di Indonesia dan korelasinya dengan praktik akuntansi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka, studi ini meneliti berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa standar GRI secara signifikan membantu perusahaan dalam mengungkapkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan mereka secara transparan. Namun, beberapa tantangan implementasi masih ada di Indonesia, termasuk kurangnya pemahaman yang mendalam, keterbatasan sumber daya manusia, dan tidak adanya peraturan wajib yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi standar GRI dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan non-keuangan dalam kerangka akuntansi Indonesia.
In the current Environmental, Social, and Governance (ESG) era, sustainability accounting has become increasingly pivotal. The Global Reporting Initiative (GRI) remains one of the most widely adopted international standards for sustainability reporting. This study aims to analyze the implementation of GRI standards in corporate sustainability reporting in Indonesia and its correlation with sustainable accounting practices. Using a qualitative descriptive approach through a literature review, this study examines various relevant scientific sources. The findings indicate that GRI standards significantly assist companies in transparently disclosing their economic, social, and environmental performance. However, several implementation challenges persist in Indonesia, including a lack of deep understanding, limited human resources, and the absence of stringent mandatory regulations. This research concludes that the adoption of GRI standards can strengthen the transparency and accountability of non-financial reporting within the Indonesian accounting framework.




