ANALISIS PROGRAM MERDEKA BELAJAR PADA PERSPEKTIF SDGS 4 (QUALITY EDUCATION) DALAM MENDORONG PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA
Kata Kunci:
Merdeka Belajar, SDG 4, Mutu Pendidikan, Pendidikan Tinggi, Relevansi LulusanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Merdeka Belajar dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang pendidikan berkualitas di Indonesia, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi dan relevansi lulusan di pasar kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui penelaahan dokumen kebijakan, laporan capaian SDG, dan data statistik ketenagakerjaan, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil: Temuan menunjukkan bahwa secara konseptual, Merdeka Belajar selaras dengan target SDG 4 dalam menciptakan fleksibilitas akademik dan integrasi keterampilan praktis. Namun, secara implementasi, masih terdapat tantangan berupa disparitas infrastruktur digital dan ketidaksiapan birokrasi di beberapa daerah. Kesimpulan: Program Merdeka Belajar telah memberikan fondasi yang kuat bagi transformasi mutu pendidikan, namun memerlukan penguatan pada sisi standarisasi mutu nasional agar dampaknya merata di seluruh institusi pendidikan tinggi.
This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar program from the perspective of Sustainable Development Goals (SDG) 4 on quality education in Indonesia, and to evaluate its impact on improving the quality of higher education and the relevance of graduates in the job market. Methods: This study used a descriptive qualitative approach using a literature review. Data were collected through a review of policy documents, SDG achievement reports, and employment statistics, which were then analyzed using content analysis techniques. Results: The findings indicate that conceptually, Merdeka Belajar aligns with the SDG 4 target of creating academic flexibility and integrating practical skills. However, in terms of implementation, challenges remain, such as disparities in digital infrastructure and bureaucratic unpreparedness in some regions. Conclusion: The Merdeka Belajar program has provided a strong foundation for transforming education quality, but requires strengthening national quality standards to ensure equitable impact across all higher education institutions.




