ANALISIS PENDAPATAN DAERAH KOTA MEDAN DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Penulis

  • Flora Novita Sianipar Universitas Negeri Surabaya
  • Andini Mutia Afandi Universitas Negeri Surabaya
  • Eva Hany Famida Universitas Negeri Surabaya
  • Melda Fadiyah Hidayat Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Pendapatan Daerah, PAD, APBD, Pembangunan Daerah,, Kota Medan

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pendapatan daerah Kota Medan dan perannya dalam mendukung pembangunan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, atau data yang dikumpulkan dari sumber lain seperti jurnal ilmiah, laporan, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan daerah Kota Medan masih didominasi oleh Pendapatan Daerah Asli (PPN), dengan kontribusinya melebihi 50% dari total pendapatan. Hal ini mencerminkan tingkat kemandirian fiskal yang cukup baik. Namun, realisasi PPN masih belum mencapai target, menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan dan pengumpulan pendapatan daerah. Lebih lanjut, ketergantungan yang tinggi pada dana transfer dan keterlambatan pencairan Dana Pendapatan Dalam Negeri (PPN) patut diperhatikan. Mengenai masalah pengeluaran, ketidakseimbangan pendapatan dan pengeluaran, yang menciptakan defisit anggaran dan alokasi belanja modal yang rendah, merupakan masalah serius. Pendapatan daerah merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, namun optimalisasi pengelolaannya sangat penting.

This study was conducted to analyze Medan City's regional revenue and support regional development. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. The data used in this study is secondary data, or data collected from other sources such as scientific journals, reports, and documentation. The results of the analysis indicate that Medan City's regional revenue is still dominated by Original Regional Revenue (VAT), with its contribution exceeding 50% of total revenue. This reflects a fairly good level of fiscal independence. However, VAT realization has still not reached the target, indicating problems in the management and collection of regional revenue. Furthermore, the high dependence on fund transfers and delays in the disbursement of Domestic Revenue Funds (VAT) are noteworthy. Regarding expenditure issues, the imbalance between revenue and expenditure, which creates a budget deficit and low allocation of capital expenditure, is a serious problem. Regional revenue is a very important factor in supporting economic growth, but optimizing its management is crucial.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31