OPTIMALISASI KOMUNIKASI DALAM PROGRAM KAMPUNG KUE DI SURABAYA

Penulis

  • Masruroh Khoirun Nikmah UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Tadzlila Izabrina Wijaya UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Ivanka Aqilah Rahmadan UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Siti Mudhawamah UPN "Veteran" Jawa Timur

Kata Kunci:

Inovasi Daerah, Komunikasi Organisasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Kampung Kue

Abstrak

Inovasi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah mendorong lahirnya Program Kampung Kue di Kota Surabaya sebagai upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berbasis komunitas. Namun pelaksanaannya masih menghadapi permasalahan komunikasi organisasi, seperti keterlambatan informasi, kurangnya umpan balik, dan saluran komunikasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi komunikasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik purposive sampling serta metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori komunikasi organisasi Wayne Pace & Don F. Faules dengan indikator kejelasan pesan, konsistensi informasi, saluran komunikasi, umpan balik, dan pemahaman penerimaan pesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tergolong cukup optimal pada aspek kejelasan pesan, konsistensi informasi, dan pemahaman, namun masih lemah pada saluran komunikasi dan umpan balik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengelolaan komunikasi yang lebih efektif dan partisipatif guna mendukung keberhasilan program secara berkelanjutan.

Regional innovation as regulated in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government and Government Regulation Number 38 of 2017 concerning Regional Innovation encouraged the birth of the Kampung Kue Program in Surabaya City as an effort to empower community based Micro, Small, and Medium Enterprises. However, its implementation still faces organizational communication problems, such as delays in information, lack of feedback, and suboptimal communication channels. This study aims to analyze communication optimization using a descriptive qualitative approach through purposive sampling techniques and observation, interview, and documentation methods. The analysis was conducted using the organizational communication theory of Wayne Pace & Don F. Faules with indicators of message clarity, information consistency, communication channels, feedback, and understanding of message reception. The results of the study indicate that communication is classified as quite optimal in the aspects of message clarity, information consistency, and understanding, but is still weak in communication channels and feedback. Therefore, it is necessary to improve communication management to be more effective and participatory to support the program's sustainable success.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30