PERAN DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH KOTA JAKARTA TIMUR DALAM MEMBANGUN STRATEGI KEMITRAAN USAHA EKONOMI KREATIF
Kata Kunci:
Ekonomi Kreatif, Peran Kemitraan, Dampak Pelaksanaan, MitraAbstrak
Untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan nasional, diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak seperti lembaga, masyarakat, pelaku usaha agar memperkuat pelaksanaan peran serta memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha yang berbasis dengan ide dan kreativitas. Oleh karena itu, dalam menjalankan usaha, organisasi dan pelaku usaha Ekonomi Kreatif diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan dampak strategi yang dilakukan oleh Dekranasda Kota Jakarta Timur dalam membangun kemitraan usaha Ekonomi Kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan Dekranasda Kota Jakarta Timur menjalankan peran kemitraan kepada usaha binaan atau para perajin melalui berbagai aspek seperti motivator, fasilitator, monitor, dinamisator, dan pemasaran. Selain itu, dampak strategi kemitraan terlihat pada pelaksanaan beberapa aktivitas berupa promosi, branding, pemenuhan kebutuhan pasar dan diferensiasi yang telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan berbagai strategi tersebut memberikan dampak positif atas perkembangan usaha mitra binaan.
To increase national capacity and income, support and collaboration from various parties such as institutions, communities, and business actors are needed to strengthen the implementation of roles and provide positive impacts on the sustainability of businesses based on ideas and creativity. Therefore, in running their businesses, organizations and actors in the Creative Economy sector are expected to create innovations that provide added value and sustainability. This study aims to identify the roles and strategic impacts carried out by Dekranasda of East Jakarta City in building partnerships for Creative Economy businesses. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation studies, and literature studies. The results of the study indicate that Dekranasda of East Jakarta City carries out partnership roles for fostered businesses and artisans through various aspects, such as motivator, facilitator, monitor, dynamizer, and marketing. In addition, the impact of the partnership strategy can be seen in the implementation of several activities, including promotion, branding, fulfillment of market needs, and differentiation, all of which have been implemented effectively. The implementation of these various strategies has provided positive impacts on the development of the fostered business partners.




