KEPERCAYAAN, LITERASI, KEUANGAN SYARIAH, DAN PERSEPSI RIBA TERHADAP ADOPSI PAYLATER: STUDI PERBANDINGAN PAYLATER KONVENSIONAL VS ALTERNATIF SYARIAH

Penulis

  • Dewi Trisna Khairyah Universitas Negeri Medan
  • Unique Zafira Zulfan Universitas Negeri Medan
  • Bobby Diansyah Arifin Universitas Negeri Medan
  • Desi Andriani Silalahi Universitas Negeri Medan
  • , Feby Putri Indah Pratama Siregar Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Fintech Syariah, Kepercayaan, Literasi Keuangan Syariah, Paylater, Persepsi Riba

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan, literasi keuangan syariah, dan persepsi terhadap riba dalam memengaruhi adopsi layanan paylater dengan membandingkan sistem paylater konvensional dan alternatif paylater berbasis syariah. Perkembangan financial technology (fintech) telah menghadirkan berbagai inovasi dalam sistem transaksi digital, salah satunya layanan buy now pay later (paylater) yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh barang atau jasa terlebih dahulu dan melakukan pembayaran secara cicilan pada waktu tertentu. Meskipun menawarkan kemudahan dan akses yang cepat, praktik paylater konvensional sering menimbulkan perdebatan dalam perspektif ekonomi Islam karena adanya unsur tambahan biaya seperti bunga, biaya layanan, dan denda keterlambatan yang berpotensi mengandung unsur riba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap penyedia layanan digital, tingkat literasi keuangan syariah, serta persepsi masyarakat terhadap riba merupakan faktor penting yang memengaruhi keputusan seseorang dalam menggunakan layanan paylater. Selain itu, perkembangan alternatif paylater berbasis syariah dengan menggunakan akad seperti murabahah, ijarah, dan wakalah dapat menjadi solusi untuk menghadirkan sistem pembiayaan digital yang lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan syariah serta pengembangan layanan fintech berbasis syariah menjadi langkah penting untuk mendorong penggunaan layanan keuangan digital yang lebih bijak dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.

This study aims to analyze the influence of trust, Islamic financial literacy, and perceptions of riba on the adoption of paylater services by comparing conventional paylater systems and sharia-based paylater alternatives. The development of financial technology (fintech) has created various innovations in digital transaction systems, one of which is the buy now pay later (paylater) service that allows consumers to obtain goods or services first and make payments later through installment systems. Although this service offers convenience, fast access, and flexible payment methods, the practice of conventional paylater often raises debates from the perspective of Islamic economics because it involves additional charges such as interest, service fees, and late payment penalties which may contain elements of riba. This study uses a qualitative approach with a literature study method by reviewing various scientific sources such as journals, books, and previous studies related to the research topic. The results of the study indicate that trust in digital service providers, the level of Islamic financial literacy, and public perceptions of riba are important factors that influence individuals’ decisions to use paylater services. In addition, the development of sharia-based paylater alternatives using contracts such as murabahah, ijarah, and wakalah can be a solution to provide a more transparent, fair, and sharia-compliant digital financing system. Therefore, improving Islamic financial literacy and developing sharia-based fintech services are important steps to encourage the wiser use of digital financial services in accordance with Islamic economic principles

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30