PERAN BMT AGAM MADANI KOTO TANGAH DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI PASAR PAKAN KAMIS DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SGDS 8
Kata Kunci:
BMT, UMKM, Pembiayaan Syariah, Pemberdayaan Ekonomi, SDG8Abstrak
saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif serta penciptaan lapangan kerja, terutama pada sektor ekonomi lokal. Namun, pelaku UMKM di Pasar Pakan Kamis masih menghadapi berbagai kendala struktural, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi keuangan, dan lemahnya pengelolaan usaha. Kehadiran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah diharapkan mampu menjadi solusi alternatif melalui penyediaan pembiayaan yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada peran BMT Agam Madani Koto Tangah dalam pemberdayaan UMKM di Pasar Pakan Kamis serta keterkaitannya dengan pencapaian SDGs 8 yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan penciptaan pekerjaan layak. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk peran BMT melalui pembiayaan dan pendampingan usaha serta kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas, pendapatan, dan keberlanjutan usaha UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pengelola BMT dan pelaku UMKM. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran empiris yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Agam Madani Koto Tangah berperan dalam menyediakan akses pembiayaan syariah yang relatif mudah dan terjangkau. Pembiayaan tidak hanya menjadi tambahan modal, tetapi juga meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab finansial pelaku UMKM. Selain itu, pendampingan usaha berkontribusi terhadap stabilitas dan keberlanjutan usaha, meskipun pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan sosialisasi dan sistem pendampingan yang belum terstruktur secara maksimal.
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in promoting inclusive economic growth and creating employment opportunities, particularly within local economic sectors. However, MSME actors in Pasar Pakan Kamis continue to face various structural challenges, including limited access to capital, low financial literacy, and weak business management practices. The presence of Baitul Maal wat Tamwil (BMT) as a sharia-based microfinance institution is expected to provide an alternative and effective solution through fair and sustainable financing mechanisms. This study examines the role of BMT Agam Madani Koto Tangah in empowering MSMEs in Pasar Pakan Kamis and its relevance to achieving SDG 8, which focuses on inclusive economic growth and decent work opportunities. The objective is to analyze the forms of BMT’s role through financing and business mentoring, as well as its contribution to improving productivity, income, and business sustainability among MSMEs. The research employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving BMT management and MSME actors. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive empirical understanding. The findings indicate that BMT Agam Madani Koto Tangah provides relatively accessible and affordable sharia-based financing. The financing not only serves as additional business capital but also promotes financial discipline and responsibility among MSME actors. Furthermore, business mentoring contributes to business stability and sustainability, although its implementation remains less than optimal due to limited outreach and the absence of a structured mentoring system.