ANALISIS IMPLEMENTASI MITIGASI RESIKO DALAM PENYALURAN DANA KUR TAHUN 2024 (Studi Kasus : BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur)
Kata Kunci:
Mitigasi Resiko, Kredit Usaha Rakyat (Kur), Bank Syariah Indonesia (Bsi), Pembiayaan SyariahAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu upaya strategis perbankan dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dalam praktiknya penyaluran pembiayaan KUR tidak terlepas dari berbagai resiko, terutama resiko gagal bayar yang dipengaruhi oleh kondisi usaha nasabah, rendahnya literasi keuangan syariah, serta penggunaan dana yang belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mitigasi resiko dalam penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak internal BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur yang terlibat langsung dalam penyaluran dan pengelolaan pembiayaan KUR serta nasabah penerima pembiayaan KUR sebagai informan mengenai pemahaman penggunaan dana, pengalaman dalam menjalankan usaha. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur telah menerapkan berbagai strategi mitigasi resiko, seperti analisis kelayakan pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian (5C), verifikasi data nasabah, monitoring pasca pencairan, serta pendekatan komunikasi intensif terhadap nasabah pembiayaan bermasalah. Namun, implementasi mitigasi resiko tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih ditemui kendala, seperti keterbatasan pengawasan penggunaan dana dan faktor eksternal yang memengaruhi kemampuan bayar nasabah.
This research is motivated by the distribution of People's Business Credit (KUR) funds, which is one of the banking strategic efforts to support the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, in practice, the distribution of KUR financing is not free from various risks, especially the risk of default which is influenced by the customer's business conditions, low Islamic financial literacy, and the use of funds that are not fully in accordance with the financing objectives. This study aims to analyze the implementation of risk mitigation in the distribution of People's Business Credit (KUR) funds at Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur, as well as identify challenges and obstacles faced in its implementation. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research informants consist of internal parties of Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur who are directly involved in the distribution and management of KUR financing and customers receiving KUR financing as informants regarding their understanding of the use of funds, experience in running a business. Based on the research and discussion results, it is known that Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur has implemented various risk mitigation strategies, such as financing feasibility analysis with the principle of prudence (5C), customer data verification, post-disbursement monitoring, and an intensive communication approach to problem financing customers. However, the implementation of this risk mitigation is not yet fully optimal due to still encountered obstacles, such as limited supervision of fund use and external factors that affect customer repayment capacity.