INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS APLIKASI DIGITAL DESA (DIGIDES) DI DESA GAGA KECAMATAN PAKUHAJI

Penulis

  • Muhamad Nurul Huda Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang
  • Zaenal Mustaqim Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang
  • Putri Berliana Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang
  • Vina Ashari Purwandani Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang
  • Irvan Kurniawan Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang

Kata Kunci:

Digidesa, Pelayanan Publik, Inovasi

Abstrak

Pelayanan publik yang optimal menjadi kebutuhan penting dalam pemerintahan desa, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Meski demikian, pelaksanaan pelayanan di desa sering menghadapi berbagai tantangan seperti proses yang tidak efisien, kurangnya responsivitas, serta prosedur yang rumit. Dengan berkembangnya teknologi informasi, digitalisasi menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, seperti yang diterapkan melalui aplikasi DIGIDESA di Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji. DIGIDESA dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan masyarakat. Namun, penerapannya belum berjalan maksimal, sebab sebagian besar proses pelayanan masih dilakukan secara manual. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan fitur dan pemahaman terhadap aplikasi yang masih baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengevaluasi efektivitas pelayanan berbasis digital. Analisis mengacu pada kerangka teoritis inovasi oleh Rogers, yang mencakup keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, dan kemudahan diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi DIGIDESA memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Gaga jika didukung oleh peningkatan kemampuan teknis perangkat desa dan optimalisasi fitur aplikasi. Digitalisasi pelayanan publik diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Dengan pengembangan lebih lanjut, DIGIDESA dapat menjadi model inovasi pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat desa.

Optimal public service is an important need in village government, as regulated in Law Number 25 of 2009 concerning public services. However, the implementation of services in villages often faces various challenges such as inefficient processes, lack of responsiveness, and complicated procedures. With the development of information technology, digitalization has become a solution to improve the effectiveness of public services, as implemented through the DIGIDESA application in Gaga Village, Pakuhaji District. DIGIDESA is designed to assist village governments in managing administration and public services. However, its implementation has not been running optimally, because most of the service processes are still carried out manually. This is due to limited features and understanding of the application which is still new. This study uses a qualitative approach with a descriptive method to evaluate the effectiveness of digital-based services. The analysis refers to the theoretical framework of innovation by Rogers, which includes relative advantages, suitability, complexity, trialability, and ease of observation. The results of the study indicate that the implementation of DIGIDESA has great potential to improve the quality of public services in Gaga Village if supported by improving the technical capabilities of village officials and optimizing application features. The digitalization of public services is expected not only to increase efficiency and transparency, but also to strengthen public trust in the village government. With further development, DIGIDESA can become a model for technology-based public service innovation at the village level.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27