PENGARUH TUNJANGAN KINERJA TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KEMENTRIAN AGAMA KOTA PAYAKUMBUH
Kata Kunci:
Tunjangan Kinerja Dan KinerjaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Tunjangan Kinerja terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh. Penelitian merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitaf. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang bersifat assosiatif. Pengambilan sampel menggunakan metode slovin. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi serta teknik analisis data berupa uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji autokorelasi, uji regresi linier sederhana, uji R2 dan uji t. Analisis penelitian ini mengunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana dapat diperoleh persamaan regresinya yaitu Y = -6,971 + 0,895X. Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa Nilai konstanta (a) adalah -6,971, yaitu apabila variabel tunjangan kinerja dianggap konstan pada angka nol, maka kinerja akan bernilai negatif. Maksud dari nilai nol pada tunjangan kinerja artinya apabila karyawan tidak pernah mendapatkan tunjangan kinerja yang baik sehingga bernilai nol, sudah pasti pada saat tunjang kinerja buruk maka kinerja juga akan bernilai buruk juga. Selanjutnya Nilai 0,895 merupakan koefisien regresi dari variabel tunjangan kinerja yang menunjukkan bahwa variabel Tunjangan Kinerja berpengaruh positif terhadap variabel Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh. Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui nilai signifikan untuk pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung > t tabel ( 9,661 > 2,01063). Jadi dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak Ha diterima, artinya Tunjangan Kinerja berpengaruh nyata terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh. Dari uji koefisien determinasi (R2) diketahui bahwa nilai RSquare adalah sebesar 0,660. Hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel X (Tunjangan Kinerja) berpengaruh secara simultan terhadap variabel Y (Kinerja) sebesar 66% sedangkan 34% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model ini, yaitu motivasi, etos kerja, lingkungan kerja, pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja serta faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja.




