ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN PENGIRIMAN BARANG PT “X” (PERUSAHAAN MANUFAKTUR) OLEH PT POS INDONESIA KC CIMAHI MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

Penulis

  • Rachel Cinthia Hani Universitas Logistik Bisnis Internasional
  • Aditia Sovia Pramudita Universitas Logistik Bisnis Internasional
  • Amri Yanuar Universitas Logistik Bisnis Internasional

Kata Kunci:

FMEA, Keterlambatan Pengiriman, Distribusi Barang, Risiko Operasional, Logistik

Abstrak

Ketepatan waktu pengiriman merupakan salah satu indikator utama keberhasilan layanan logistik dan distribusi. Keterlambatan pengiriman dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti meningkatnya biaya operasional, terganggunya aktivitas pelanggan, menurunnya kualitas layanan, serta berpotensi menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. PT Pos Indonesia Kantor Cabang Cimahi sebagai penyedia jasa distribusi barang PT Ateja Group masih menghadapi permasalahan keterlambatan pengiriman pada beberapa tujuan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan pengiriman barang, menentukan prioritas risiko keterlambatan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta memberikan usulan perbaikan untuk meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan data operasional distribusi periode November 2025 sampai April 2026. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi failure mode, menentukan nilai Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D), kemudian menghitung Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 512 pengiriman terdapat 28 keterlambatan dengan tingkat keterlambatan sebesar 5,47%. Berdasarkan analisis FMEA diperoleh tiga faktor utama penyebab keterlambatan, yaitu kondisi lalu lintas macet dengan nilai RPN sebesar 304,92 (53,08%), kesalahan petugas distribusi dengan nilai RPN sebesar 134,40 (23,39%), dan rute pengiriman yang tidak efisien dengan nilai RPN sebesar 88,87 (15,47%). Usulan perbaikan yang direkomendasikan meliputi optimalisasi perencanaan perjalanan, pemanfaatan aplikasi navigasi real-time, peningkatan pengawasan distribusi, penerapan checklist verifikasi pengiriman, serta evaluasi dan optimasi rute distribusi secara berkala. Implementasi usulan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan waktu pengiriman dan kualitas layanan distribusi PT Pos Indonesia KC Cimahi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30