PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN DAN EFISIENSI BIAYA LINGKUNGAN: (STUDI PADA PERUSAHAAN INDUSTRI DI INDONESIA)

Penulis

  • Gabyriella Uli Tamara Munthe Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Tarida Rizky Juliano Lumban Tobing Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Ardin Dolok Saribu Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Siti Hara Simangunsong Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Riani Agustina Pardede Universitas HKBP Nommensen Medan
  • May Artha Pakpahan Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Egla Sery Redina Haloho Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Brian Sterling Mendrofa Universitas HKBP Nommensen Medan

Kata Kunci:

Akuntansi Manajemen Lingkungan (Environmental Management Accounting/EMA), Biaya Lingkungan, Efisiensi Biaya Lingkungan, Kinerja Lingkungan, Keberlanjutan Perusahaa

Abstrak

Peningkatan aktivitas industri memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang memerlukan pengelolaan secara efektif. Kondisi tersebut mendorong pentingnya penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan (Environmental Management Accounting/EMA) sebagai alat yang dapat membantu perusahaan mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan dalam proses pengambilan keputusan. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji penerapan EMA serta perannya dalam meningkatkan efisiensi biaya lingkungan pada perusahaan industri. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah jurnal utama dan berbagai literatur pendukung yang relevan.Hasil kajian menunjukkan bahwa EMA mampu membantu perusahaan mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, dan mengendalikan biaya lingkungan yang sering kali tersembunyi dalam sistem akuntansi konvensional. Penerapan EMA memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku, energi, dan sumber daya lainnya, mengurangi pemborosan, serta mendukung pengelolaan limbah dan pencemaran secara lebih efektif. Selain memberikan manfaat dalam bentuk penghematan biaya operasional, EMA juga berkontribusi terhadap peningkatan kinerja lingkungan, daya saing perusahaan, dan pencapaian tujuan keberlanjutan. Namun, implementasi EMA masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan identifikasi biaya lingkungan, kurangnya integrasi informasi lingkungan dan keuangan, serta rendahnya pemahaman perusahaan terhadap manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan EMA. Secara keseluruhan, EMA merupakan instrumen strategis yang dapat mendukung efisiensi biaya lingkungan sekaligus membantu perusahaan mencapai keseimbangan antara tujuan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30