OPTIMALISASI LAHAN TIDUR SEBAGAI SENTRA USAHA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DI DAERAH SURABAYA BARAT

Penulis

  • Lina Septiana Dwi Lestari Universitas Negeri Surabaya
  • Brilliant Noah W.A.J Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Lahan Tidur, Sentra Usaha, Pendapatan Daerah, Optimalisasi Aset

Abstrak

Pada dasarnya, lahan tidur adalah area yang tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Kondisi ini sering menyebabkan pemborosan, baik dari segi pemanfaatan ruang maupun potensi ekonomi yang seharusnya dapat digali. Fenomena ini masih cukup umum di wilayah perkotaan seperti Surabaya Barat. Lahan yang sebenarnya strategis masih belum dikelola dengan baik.Dari sana penelitian ini berangkat. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana lahan tidur dapat diubah menjadi sentra bisnis yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh dan kontekstual, penelusuran literatur dengan banyak pihak terkait digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan yang cukup besar untuk mengoptimalkan lahan tidur. Bisa digunakan untuk berbagai jenis bisnis, seperti membangun UMKM, peternakan kota, pusat kuliner, dan ruang ekonomi kreatif. Sangat menarik karena dampak yang muncul akan berpengaruh pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan bahkan dapat meningkatkan PAD. Namun, upaya ini pasti tidak akan berhasil dengan sendirinya. Agar pengelolaan lahan tidur dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, juga sektor swasta.

Basicly, idle land refers to areas that have not been used for more than two years. This situation often leads to waste, both in terms of land use and the economic potential that could otherwise be tapped. This phenomenon remains quite common in urban areas such as West Surabaya. Land that is actually strategically located has yet to be properly managed. This is the starting point of this study. The objective is to determine to what extent idle land can be transformed into business hubs capable of increasing revenue for both the community and the local government. The method employed is qualitative descriptive. To obtain a more comprehensive and contextual understanding, a literature review involving various stakeholders was conducted to gather data. The research findings indicate that there is a significant potential to optimize idle land. It can be utilized for various types of businesses, such as establishing SMEs, urban farming, culinary centers, and creative economy spaces. This is particularly compelling because the resulting impacts will influence increased community economic activity and may even boost local government revenue. However, this effort will certainly not succeed on its own. To ensure the sustainable management of idle land and to provide longterm benefits, strong collaboration is required between local governments, the community, and the private sector.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31